Feeds:
Posts
Comments

Mau usaha kecil – kecilan nih…

Jual makanan kucing segala merk…

Berikut daftar harga nya

Daftar harga pakan kucing

Proplan adult 7 kg Rp. 380.000
Proplan sensitif 1.5 Kg Rp. 125.000
Sportman’s pride adult 0.5 kg Rp. 20.000
Principle kitten 0.5 kg Rp. 22.000
Eureka 0.5 kg Rp. 16.000
Vittamaxx 1.5 kg Rp. 42.500
Vittamaxx 0.5 kg Rp. 15.000
My dear cat 8 kg Rp. 190.000
My dear cat 0.5 kg Rp. 15.000
Frieskies kitten 480 gr Rp. 25.000
Royal canin urinary 400 gr Rp. 80.000
Royal canin recovery kaleng Rp. 32.000
Nutriplus gel tube Rp. 75.000
Whiskas 1.5 kg Rp. 56.000
Whiskas 0.5 kg Rp. 22.000
Whiskas pouch Rp. 5.000
Friskies kaleng Rp. 12.500
Science diet adult 1.5 kg Rp. 130.000
Royal canin weaning kitten 400 gr Rp. 48.000
Sportman’s pride adult 9 kg Rp. 275.000
Starpro 9 kg Rp. 260.000
Starpro 1 kg Rp. 30.000

Daftar harga pasir kucing

Pasir ziolit lokal no.2, no.3 25 kg Rp. 40.000
Bentonit cat (litter secret) 5.3 kg Rp. 45.000
Catsan 5 kg Rp. 48.000

Untuk pemesanan hubungi 082 139 444 106 (call / sms )

Delivery hanya untuk area Surabaya sementara hanya dilakukan hari sabtu dan minggu saja, ongkir Rp. 5.000,-

Bisa juga datang ke toko dan klinik kami

OCTOPUSSY
Petshop, gromming and clinic
Jl. Jemur Andayani VII /11
Surabaya
Telp : 082 139 444 106
www.petshopoctopussy.com

Menerima titip sehat (sementara hanya untuk kucing), konsultasi kesehatan hewan, grooming dan perawatan.

Bandung gudangnya pembalap

Hampir setiap hari aku berangkat ke kantor naik angkot jurusan margahayu – ledeng, itu kalau gak dijemput ama mobil kantor :p. nah angkot ini lewat depan kos an ku persis. jadi enak banget kalau mau ke kantor atau mau belanja (mau ke BIP atau Ciwalk). Melalui beberapa percobaan berangkat jam berapa, maka dapat diketahui kalau jam 6 sampai jam 7 an angkot ini penuh dengan ibu2 yang abis belanja di pasar sederhana, jadi kalau naik angkot jam sekian harus rela duduk desak2an bareng sayur dan ayam kalau ada🙂. kalau jam setengah delapan sampai jam 8 penuh ama ce2 pegawai FO yg berada di cihampelas atau sepanjang jalan riau dijamin begitu masuk angkot jadi yg paling ganteng sendiri plus wanginya ampun dah…

nah jam favoritku berangkat jam 8 seperempat sampai jam setengah 9, angkotnya kosong kalau ada penumpang paling ama pegawai negeri yg telat kali ya…  Nah ini cerita baru dimulai… angkot yg kosong itu pasti jalannya pelan2 plus ngetem disana sini. berhubung angkot margahayu ledeng ini banyak paling baru ngetem disatu tempat dan tidak terlalu lama, dibelakang udah nongol angkot dengan jurusan yg sama. otomatis sang sopir langsung tancap gas dan anehnya angkot yg dibelakang malah ngejar, bukannya gantiin ngetem di tempat itu. wuah pokoknya harus pegangan deh hehehehehe (hiperbolis mode on).

Angkotnya kejar2an yang keren kalau ada penumpang langsung tikung ambil penumpang trus cabut lagi kejar angkot yg udah nyusul pas ambil penumpang tadi. nah kalau sudah begini ke kantor pun ditempuh hanya 10 – 15 menit. bandingin kalau berangkat jam 8 dari kos an nyampai kantor jam 8.15 – 8.20 beda nyampe di kantor gak jauh yg penting gak telat🙂

Gak apa apa deh ngebut dikit yang penting selamat sampai tujuan dan ngga desak2an di dalam angkot. Jadi sampai kekantor pakaian gak kusut, wajah masih seger gak kucel, n tetep wangi… Anada mikola aja mungkin kalah ama akang2 sopir angkot margahayu ledeng🙂

Valentine’s day

besok hari valentine, mau ngerayain atau ngga pasti kita lewati juga hari itu. kebetulan hari nya pas banget hari minggu jadi buat rekan2 yang mau ngerayain enak betul karena bisa ngerayain seharian penuh. nah bentuk ngerayainnya itu yang perlu dipertanyakan hehehehe…

sebetulnya kasih sayang itu dapat dilakukan setiap hari hanya karena momen saja orang merayakan hari kasih sayang. sama seperti orang mudik pas lebaran kenapa mau pulang dengan macet2an sedangkan di hari lain juga bisa pulang, jawabannya sama… gak mau kehilangan momen nya.

sedangkan aku pasti melewatkan valentine ini sendirian :p  ya mau gimana lagi kan pasanganku lagi kena SP coba gak kena SP pasti nyusul kemari (mungkin gak ya???) hehehehehe…

Happy valentine day

Lamaranmu kutolak

Lamaranmu Kutolak!

Mereka, lelaki dan perempuan yang begitu berkomitmen dengan agamanya.

Melalui ta’aruf yang singkat dan hikmat, mereka memutuskan untuk

melanjutkannya menuju khitbah.

Sang lelaki, sendiri, harus maju menghadapi lelaki lain: ayah sang perempuan.

Dan ini, tantangan yang sesungguhnya. Ia telah melewati deru

pertempuran semasa aktivitasnya di kampus, tetapi pertempuran yang

sekarang amatlah berbeda.

Sang perempuan, tentu saja siap membantunya. Memuluskan langkah mereka

menggenapkan agamanya.

Maka, di suatu pagi, di sebuah rumah, di sebuah ruang tamu, seorang

lelaki muda menghadapi seorang lelaki setengah baya, untuk ‘merebut’

sang perempuan muda, dari sisinya.

“Oh, jadi engkau yang akan melamar itu?” tanya sang setengah baya.

“Iya, Pak,” jawab sang muda.

“Engkau telah mengenalnya dalam-dalam? ” tanya sang setengah baya

sambil menunjuk si perempuan.

“Ya Pak, sangat mengenalnya, ” jawab sang muda, mencoba meyakinkan.

“Lamaranmu kutolak. Berarti engkau telah memacarinya sebelumnya? Tidak

bisa. Aku tidak bisa mengijinkan pernikahan yang diawali dengan model

seperti itu!” balas sang setengah baya.

Si pemuda tergagap, “Enggak kok pak, sebenarnya saya hanya kenal

sekedarnya saja, ketemu saja baru sebulan lalu.”

“Lamaranmu kutolak. Itu serasa ‘membeli kucing dalam karung’ kan, aku

takmau kau akan gampang menceraikannya karena kau tak mengenalnya.

Jangan-jangan kau nggak tahu aku ini siapa?” balas sang setengah baya,

keras.

Ini situasi yang sulit. Sang perempuan muda mencoba membantu sang

lelaki muda. Bisiknya, “Ayah, dia dulu aktivis lho.”

“Kamu dulu aktivis ya?” tanya sang setengah baya.

“Ya Pak, saya dulu sering memimpin aksi demonstrasi anti Orba di

Kampus,” jawab sang muda, percaya diri.

“Lamaranmu kutolak. Nanti kalau kamu lagi kecewa dan marah sama

istrimu, kamu bakal mengerahkan rombongan teman-temanmu untuk mendemo

rumahku ini kan?”

“Anu Pak, nggak kok. Wong dulu demonya juga cuma kecil-kecilan. Banyak

yang nggak datang kalau saya suruh berangkat.”

“Lamaranmu kutolak. Lha wong kamu ngatur temanmu saja nggak bisa, kok

mau ngatur keluargamu?”

Sang perempuan membisik lagi, membantu, “Ayah, dia pinter lho.”

“Kamu lulusan mana?”

“Saya lulusan Teknik Elektro UGM Pak. UGM itu salah satu kampus

terbaik di Indonesia lho Pak.”

“Lamaranmu kutolak. Kamu sedang menghina saya yang cuma lulusan STM

ini tho? Menganggap saya bodoh kan?”

“Enggak kok Pak. Wong saya juga nggak pinter-pinter amat Pak. Lulusnya

saja tujuh tahun, IPnya juga cuma dua koma Pak.”

“Lha lamaranmu ya kutolak. Kamu saja bego gitu gimana bisa mendidik

anak-anakmu kelak?”

Bisikan itu datang lagi, “Ayah dia sudah bekerja lho.”

“Jadi kamu sudah bekerja?”

“Iya Pak. Saya bekerja sebagai marketing. Keliling Jawa dan Sumatera

jualan produk saya Pak.”

“Lamaranmu kutolak. Kalau kamu keliling dan jalan-jalan begitu, kamu

nggak bakal sempat memperhatikan keluargamu.”

“Anu kok Pak. Kelilingnya jarang-jarang. Wong produknya saja nggak

terlalu laku.”

“Lamaranmu tetap kutolak. Lha kamu mau kasih makan apa keluargamu,

kalau kerja saja nggak becus begitu?”

Bisikan kembali, “Ayah, yang penting kan ia bisa membayar maharnya.”

“Rencananya maharmu apa?”

“Seperangkat alat shalat Pak.”

“Lamaranmu kutolak. Kami sudah punya banyak. Maaf.”

“Tapi saya siapkan juga emas satu kilogram dan uang limapuluh juta Pak.”

“Lamaranmu kutolak. Kau pikir aku itu matre, dan menukar anakku dengan

uang dan emas begitu? Maaf anak muda, itu bukan caraku.”

Bisikan, “Dia jago IT lho Pak”

“Kamu bisa apa itu, internet?”

“Oh iya Pak. Saya rutin pakai internet, hampir setiap hari lho Pak

saya nge-net.”

“Lamaranmu kutolak. Nanti kamu cuma nge-net thok. Menghabiskan

anggaran untuk internet dan nggak ngurus anak istrimu di dunia nyata.”

“Tapi saya ngenet cuma ngecek imel saja kok Pak.”

“Lamaranmu kutolak. Jadi kamu nggak ngerti Facebook, Blog, Twitter,

Youtube? Aku nggak mau punya mantu gaptek gitu.”

Bisikan, “Tapi Ayah…”

“Kamu kesini tadi naik apa?”

“Mobil Pak.”

“Lamaranmu kutolak. Kamu mau pamer tho kalau kamu kaya. Itu namanya

Riya’. Nanti hidupmu juga bakal boros. Harga BBM kan makin naik.”

“Anu saya cuma mbonceng mobilnya teman kok Pak. Saya nggak bisa nyetir”

“Lamaranmu kutolak. Lha nanti kamu minta diboncengin istrimu juga? Ini

namanya payah. Memangnya anakku supir?”

Bisikan, “Ayahh..”

“Kamu merasa ganteng ya?”

“Nggak Pak. Biasa saja kok”

“Lamaranmu kutolak. Mbok kamu ngaca dulu sebelum melamar anakku yang

cantik ini.”

“Tapi pak, di kampung, sebenarnya banyak pula yang naksir kok Pak.”

“Lamaranmu kutolak. Kamu berpotensi playboy. Nanti kamu bakal selingkuh!”

Sang perempuan kini berkaca-kaca, “Ayah, tak bisakah engkau tanyakan

soal agamanya, selain tentang harta dan fisiknya?”

Sang setengah baya menatap wajah sang anak, dan berganti menatap sang

muda yang sudah menyerah pasrah.

“Nak, apa adakah yang engkau hapal dari Al Qur’an dan Hadits?”

Si pemuda telah putus asa, tak lagi merasa punya sesuatu yang berharga.

Pun pada pokok soal ini ia menyerah, jawabnya, “Pak, dari tiga puluh

juz saya cuma hapal juz ke tiga puluh, itupun yang pendek-pendek saja.

Hadits-pun cuma dari Arba’in yang terpendek pula.”

Sang setengah baya tersenyum, “Lamaranmu kuterima anak muda. Itu

cukup. Kau lebih hebat dariku. Agar kau tahu saja, membacanya saja

pun, aku masih tertatih.”

Mata sang muda ikut berkaca-kaca.

disadur dari miranty januaresty

End Of Year

kata2 itu yang selalu terngiang di telingaku selama 2 tahun ini… cuman ada kata yang kurang yaitu “target”. hampir saja 2 tahun ku lewatkan penghujung tahun didaerah orang dan alhamdulilah akhir tahun 2009 ku habiskan di Surabaya. Walaupun kulewatkan dengan cara nonton tv saja tapi rasanya berbeda, rasanya bebasss…

Iya sih bebas rasanya karena kalau gak pulang pas tahun baru artinya aku masih ada kerjaan dan dikerjakan saat itu juga. Sungguh gak enak rasanya melihat orang2 lain lagi senang2 sedangkan aku masih “umek” dengan kerjaanku.

Lebaran pun pernah kulewatkan karena harus standby kerja. Kalau dipikir2 emang sih kenapa pulang pas lebaran atau tahun baru? udah macet, rame, tiket susah didapatkan (kalau udah dapat mahal pula) hanya takut kehilangan momen. Tapi kalau ditelaah lebih jauh lagi, momen itu momen yg berharga. Kapan lagi seluruh saudara2 kita dapat berkumpul komplit plit untuk silaturahmi kalau bukan momen lebaran. Kapan lagi tukang terompet bisa dapat untung kalau gak ada momen tahun baru ( hehehehehe yang ini maksain).

Ingin rasanya kulewatkan akhir2 tahun yang akan datang di rumah dengan keluarga yang aku sayangi dan tidak ada gangguan masalah kerjaan.

Keep trying

Terus berusaha adalah kunci keberhasilan… tapi mempertahankan semangat untuk terus mencoba itu yang susah. Jadi teringat ketika dulu mau test kerja di Schlumberger ada kisah unik dimana ada kakak kelas dari ITS yang bisa masuk menjadi pegawai schlumberger setelah mengirimkan hampir seribuan lamaran ke schlumberger.

Ternyata HRD Schlumberger menjadi terenyuh atau apa lah lalu memanggil sang kakak kelas karena usahanya yang tanpa lelah itu. dan langsung masuk tanpa ada tes karena Schlumberger menghargai usaha kakak kelas itu karena benar2 niat mau masuk ke Schlumberger.

yang jadi pertanyaan perlukah aku kirim seribuan application letter? pokoknya yang penting tetap usaha… batu aja yang keras bukan main bisa lubang karena tetesan air.

 

Kasih ibu sepanjang masa

Teringat diperjalanan dari Surabaya ke Bandung kemaren dengan menggunakan kereta api Turangga, ada seorang ibu dengan seorang anaknya yang berumur 1 tahunan duduk dibelakangku. seorang ibu ini hanya membeli satu tiket untuk dirinya dan anaknya. Sungguh perjuangan yang berat karena beliau harus memangku anaknya sepanjang perjalanan dan sepanjang perjalanan itu pula anaknya rewel, nangis terus gak berhenti2. akhirnya ibu ini harus berjalan kesana kemari untuk menenangkan anaknya.

Untung saja mbak yang duduk disebelah ibu tersebut pengertian pindah duduk ke tempat yang kosong sehingga ibu itu bisa menggunakan kursi sebelahnya untuk membaringkan anaknya. puncaknya jam 11 malam anaknya mabuk sehingga muntah2, sungguh terharu aku melihat si ibu ini betul2 berjuang agar anaknya tidak apa2. menggendong anaknya di bordes (sambungan kereta) agar anaknya tidak kedinginan. walaupun sudah ditawari oleh penumpang2 lain untuk duduk di kereta makan (dikereta makan ac tidak terlalu dingin), ibu ini bersikeras untuk tetap digerbongnya karena takut barangnya hilang.

Perjuangan ibu untuk anaknya betul2 hebat… sedangkan aku hanya bisa berjuang menutup hidung menahan bau muntah anaknya agar tidak ikutan muntah…